Langsung ke konten utama

Postingan

Berhentilah, selagi bisa...

Tolong beri aku jarak, barang sejengkal dua jengkal. Tolong berhentilah mendekat, walau hanya selangkah dua langkah. Berapa kali harus kuucap, BERHENTI!!! JAGA JARAKMU!!! MENJAUH!!! ENYAHLAH AKU MOHON!!! Setiap aku hirup udara kebebasan dan tak sengaja ujung mata ini melirik kepojok kanan jendela, ada pantulan cahaya disana. Arahnya tepat membentang searah jarum jam menunjukkan pukul 4. Seketika rasanya dada ini terasa sesak, “Gempa bumi rasanya jantung gue” Ku pejamkan mata dan menghirup udara dalam-dalam, kian lama nafas ini kian tersendat, emosi mulai sulit kuatur, rasanya sesak, sangat sesak, melebihi seseorang yang sakit asma terkena serangan jantung. Kucoba untuk mengatur nafas, kucoba untuk menata perasaan ini... “Bisa mati muda gue kalo gini terus” hela nafasku mengiringi isi hatiku. Karena hidup harus seperti segmen yang tahu dimana ia harus memulai dan berhenti, bukan seperti vektor yang tak hingga terus melaju tanpa tahu diaman...

Teman, Hanya teman

                Jika setiap puisi harus dramatis, jika setiap syair lagu harus romantis dan jika setiap drama harus melankolis apalah dayaku yang hanya begini.... selalu terserah adanya.                 Sore hari di bulan April, tahun ini tahun kedua aku dituntut untuk jatuh cinta pada kuliahku, dan segalanya.   Hari ini hujan, hujan lagi... lagi-lagi hujan, hujan tak pernah lelah untuk datang. Namun jika hujan akan datang dia selalu memberi rambu, dan jika hujan akan pergi dia pergi meninggalkan pelangi, kenangan indah yang tak hanya delusi. Tidak seperti kamu, iya.. kamu... “Bukankah dunia ini fana? Haha” lucu sekali rasanya aku bicara sendiri kemudian tertawa. Tak lama aku menengadahkan kepala keatas langit, membiarkan hujan membasahi wajah ini,bahagia rasanya begini karna jika aku menangis tak akan ada yang tau. “Kuliah s...
Jika cinta berawal dusta  Maka malapetakalah yang ada Jika hidup ini fana Ya! Memang! Rangkaian puisi atau kata-kata Tak akan bisa ungkapkan semuanya Rembulan dan air mata Lukiskan semuanya Ini bukan cinta Ini kasih Awalnya ku kira begitu Ku kira kau begitu Waktu sudah terbuang percuma Topeng kini mulai terbuka Kita semua sudah berbeda Berubah layaknya tak pernah ada

Tuan Rumah dan Tamu

Halooooo......................................... Saya kembali dengan kasus survey-survey an saya pada orang-orang di sekitar saya. Kali topik yang saya ambil mengenai "Tuan Rumah dan Tamu....(1)...(2)" Maksudnya apa Tuan Rumah dan Tamu itu...?   Kita misalkan : Tuan Rumah adalah seorang laki-laki                           Tamu...(1) adalah perempuan pertama yang datang                           Tamu...(2) adalah perempuan kedua yang datang                           Rumah adalah ruang hati atau hidupnya #tsaahh Diketahui       : Lelaki tersebut mempunyai hubungan...