Langsung ke konten utama

Oasis di Gurun Pasir

Saat mentari berdiri melebihi segalanya,
Saat aku terjerembab dalam pusaran pasir panas,
Saat tak ada yang kucari,
Saat itulah aku ingin berhenti.

Percuma aku terus menyusuri,
Pasir gersang yang tak akan menepi,
Percuma aku jejaki,
Saat semua orang berlari.

Aku tidak pernah menyerah,
Walau harus bersusah payah,
Saat yang lain berkata 'sudahlah'
Aku hanya bisa berpasrah.

"Dimana dia? dimana?"
Aku ingin menemukannya,
Aku tidak menginginkan perubahan,
Perubahan yang membuat semuanya sirna.

Jangan kau anggap aku air hujan di Padang Safana,
Aku ini serpihan berlian yang tak kau lihat,
Namun berlian itu tak bisa utuh,
Tanpa kau yang dulu.

Aku sudah lelah,
Mencoba mengajakmu kembali,
Jika ini yang kau ingini,
Baiklah akan ku ikuti.

Mencarimu...
Mencari ketulusanmu,
Mencarimu...
Mencari kamu yang dulu,
Bagai oasis di gurun pasir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesempatan

Aku bosan, dengan kamu, dengan kita.. Tapi kenapa? Kamu tau kenapa ada manusia yang bisa sampai ke bulan? Padahal jika dipikirkan saja itu adalah sesuatu yang mustahil? Ya karena mereka tidak hanya berpikir, tapi mereka bertindak, mereka berusaha agar apa yang mereka mau bisa tercapai Kamu tau kenapa ilmuwan tidak takut mati hanya untuk sebuah penelitian ilmu pengetahuan? Padahal jika mereka gagal semuanya akan sia-sia hanya buang waktu saja? Ya karena mereka ingin membuktikan pada dunia bahwa semua hukum-hukum atau apapun yang mereka katakana itu bukan hanya bualan semata namun memang nyata. Lagipula tidak ada yang sia-sia di dunia ini bukan? Begitu juga kamu. Kita! Apa hubungannya? Aku ingin jadi astronot yang dapat pergi ke bulan, tapi apakah bisa jika tanpa ada bantuan mereka yang mengoperasikan roketnya? Ya tentu tidak! Aku ingin membuktikan hukum-hukum fisika, tapi apa bisa jika tidak ada yang percaya seolah menyuruh menyerah seakan s...

End-

Yeaayy akhirnyaa setelah sekian lama mati suri bisa nulis kembali, This is my new ‘cerita yang sangat pendek’ enjoy reading XOXO   Tuhan… bisakah kita memilih harus jatuh cinta pada siapa? Aku berbaring diatas lantai yang selalu dingin, penat rasanya pikiranku, Lelah rasanya jiwa dan ragaku, panas rasanya….hatiku. banyak hal yang ingin aku ceritakan, kadang memang sangat sulit untuk diungkapkan. Aku bimbang, hatiku resah nan gelisah. Mereka telah beberapa langkah lebih dahulu dariku, bahagia mendengarnya, senang melihatnya. Namun kadang bagai di pecut rotan panjang bergelombang, perih… Minggu depan aku harus ke Osaka, Jepang. Semua kemauan orangtuaku, padahal aku cinta negeriku tak peduli seberapa kacaunya kini, tak peduli seberapa ramainya perang sengketa dan sebagainya. Aku terlalu mencintainya dengan berbagai dilema dan konflik di dalamnya, namun negeriku punya banyak keunikan, punya banyak hal yang bisa dibanggakan, namun entah mengapa selalu saja terse...

Hujan

Ada hari dimana hujan tak kunjung berhenti Ada juga hari dimana hujan tak kunjung datang Tapi yang pasti ada hari dimana hujan selalu dinanti, untuk menutupi raut wajah penuh dengan kesedihan