Langsung ke konten utama

Postingan

Narasi

jadi ttadinya mau bikin cerpen atau puisi gitu, tapi inspirasi suka kabur-kaburan jadi mending ditulis dijadiin narasi singkat gitu biar gak lupa. semoga mengeri enjoy reading! “Tak usah sok paling mengerti soal hati, saat hatimu sendiri terluka kau bingung kan harus bagaimana?”             Sudah dua hari, atau mungkin lebih… semua terasa lebih sunyi dan sepi, sepertinya ruang-ruang itu mulai kosong kembali, atau memang seharusnya begini… Memang agak sakit, namun tidak berdarah, memang agak perih namun tidak tampak luka, rasanya seperti angin, berlalu begitu saja~~~ Jika ini memang yang terbaik, baiklah! Aku juga bisa….  Mari lakukan, mulai sekarang… Mari saling membenci! Palingkanlah wajahmu jika melihatku, aku pun begitu Menghindarlah jika bertemu, agar lebih mudah bagiku Jangan pernah tersenyum, aku membencinya! Sakit…? Tidak...! Tak ada guna, akan kubiarkan a...

20!

Yeah I'm Officially Twen teen  af!!! Alhamdulillah saya masih diberi umur hingga bisa menyentuh angka kepala dua, dimana saya tidak bisa mengejek lagi mereka (teman-teman) yang sudah mendahului saya (tua-nya) Tidak sedikit dari mereka yang tidak percaya bahwa saya baru berkepala dua, namun tidak apa mungkin karna   sifat saya yang dewasa *ehm Tahun ini predikat teen sudah terlepas secara seutuhnya dari diri saya, semoga tingkah laku saya dapat mengikuti. Semakin dewasa seseorang semakin banyak yang harus dipikirkan, walaupun kedewasaan memang tak dilihat dari usia namun saya harus malu jika terus menerus kekanakan. Alhamdulillah kini saya harus semakin ekstra berfikir, mawas diri dan lebih bercermin dari kesalahan yang lalu. Semoga diumur saya yang sudah bukan kategori remaja ini segala hal yang saya lakukan lebih berkah dan bermanfaat, sukses, cepat lulus kuliah, dan yang paling penting bisa selalu membanggakan dan membuat orang tua saya bahagia. Walaup...

20 April 2016

"Dan Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang tidak bisa diselesaikan oleh hamba-Nya"   Kalimat itu yang saya yakini sepenuh hati, bahwa Tuhan memberikan cobaan kepada setiap hamba-Nya yang ada penyelesaian atau jalan keluarnya. Rabu, 20 April 2016 Saya dan keuarga menjaani hidup seperti biasanya, saat itu saya sedang tidak ada kuliah.. Tepatnya pukul 13:00 mamah dan bapak saya  sudah muai pulang dari pekerjaan masing-masing, entah kenapa beliau-beliau ingin puang cepat hari itu, kami sedang duduk-duduk dan berbincang-bincang seperti biasa, orangtua saya terutama yang sedang beristirahat dari penatnya dunia pekerjaan saat itu. Bapak saya keluar rumah dan kurang leih pukul 13:30 atau 14:00 bapak diluar  berteriak kencang pada kami ( saya dan mamah ) yang saat itu hanya berdua di dalam rumah karena adik saya masih di sekolahnya. Beliau terus berteriak dan menyuruh kami keluar dari rumah, saat ditanya ada apa beliau menjawab "cepet keluar, ada angin puti...