Langsung ke konten utama

My ex-chairmate

Ini dia manusia paling konyol dan ga tau malu wkwkw *maapdith. Namanya Aliefa Edith Sabrina Harditya, dia adalah salah satu cewe kece yang ada di kelas selain itu dia adalah my ex-chairmate haha kini dia telah berselingkuh dengan Bianca yang mungkin bisa lebih memahami dia daripada aku tapi karena kepergiannya dari sisiku itulah aku jadi bisa menemukan teman sebangku yang baru yaitu Salwa hmm so far so good =)))
okey saya akan menceritakan kisah-kisah lampau antara saya dan Edith dulu.
Awal mula kita ketemu cuma ga sengaja mungkin ya tapi keterusan aku kira kita ga bisa dan ga akan bisa bertahan lama (sebangku) tapi nyatanya cukup lama sampai hampir kelas XI berakhir. Kita pernah berantem selama 7 hari dan yang paling lama adalah 14 hari. Sebenarnya kejadian 7 hari tanpa teguran atau apapun itu namanya, itu dimulai waktu pelajaran B.Inggris dan disitu aku agak ngadat gitu ga mau di tinggalin dia (halah-.-) udah gitu ceritanya aku pundung, ehhh tapi malah dia yang marah sama aku. Kita ga teguran, sapaan atau sekedar saling liat juga engga, aku sms dia ga di bales wkwkwk konyol sih sebenarnya aku udah tau dia ngambek tapi tetep aja aku sms. Tapi setelah 7 hari itu berakhir yaudah kita baikan dan kembali ke kondisi semula lagi haha.
Kini akan saya ceritakan tentang kejadian 14 hari ga teguran dan berlanjut jadi saling kaku satu sama lain.
Jadi asal mulanya itu juga terjadi saat pelajaran B.Inggris ini adalah suatu kebetulan yang sangat konyol, hari itu lutut aku lagi sakit gara-gara jatuh dari motor dan lukanya cukup gede dan cukup sakit sih. Seperti biasa kita bercanda, ketawa dan yang lainnya tapi lebih sering dia bikin aku kesel, kesel se kesel keselnya. Dan seperti biasa lagi dia itu adalah sosok orang yang ga pernah bisa diem dan entah apa yang sedang dia pikirkan saat itu dia nendang lutut kanan aku yang punya luka lumayan gede. Yasudah aku marah-marah dan dia bersikap so bersalah aku cuma diam dan akhirnya dia pindah deh duduknya sama Bianca dan karena tragedi itulah dia ga pernah mau nanya/negur atau apapun sama aku dan itu terjadi selama 14 hari sampe akhirnya kita udah kelas XII dia lebih milih duduk sama Bianca. Yasudah, lagipula aku sudah bisa menduga semuanya. Tapi ga masalah sih setelah 14 hari itu berakhir kita kembali seperti sediakala dan hubungan pertemanan antara aku dan dia pun baik, sangat baik :)
Terima kasih my ex-chairmate karena selama -/+ 1th kita duduk bareng-bareng kamu udah bikin aku ketawa, marah sampe kesakitan (buat yang ini makasih banget) terus udah ngasih aku banyak pengalaman baru =)).
Ini dialah sosok manusia tersebut;


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesempatan

Aku bosan, dengan kamu, dengan kita.. Tapi kenapa? Kamu tau kenapa ada manusia yang bisa sampai ke bulan? Padahal jika dipikirkan saja itu adalah sesuatu yang mustahil? Ya karena mereka tidak hanya berpikir, tapi mereka bertindak, mereka berusaha agar apa yang mereka mau bisa tercapai Kamu tau kenapa ilmuwan tidak takut mati hanya untuk sebuah penelitian ilmu pengetahuan? Padahal jika mereka gagal semuanya akan sia-sia hanya buang waktu saja? Ya karena mereka ingin membuktikan pada dunia bahwa semua hukum-hukum atau apapun yang mereka katakana itu bukan hanya bualan semata namun memang nyata. Lagipula tidak ada yang sia-sia di dunia ini bukan? Begitu juga kamu. Kita! Apa hubungannya? Aku ingin jadi astronot yang dapat pergi ke bulan, tapi apakah bisa jika tanpa ada bantuan mereka yang mengoperasikan roketnya? Ya tentu tidak! Aku ingin membuktikan hukum-hukum fisika, tapi apa bisa jika tidak ada yang percaya seolah menyuruh menyerah seakan s...

End-

Yeaayy akhirnyaa setelah sekian lama mati suri bisa nulis kembali, This is my new ‘cerita yang sangat pendek’ enjoy reading XOXO   Tuhan… bisakah kita memilih harus jatuh cinta pada siapa? Aku berbaring diatas lantai yang selalu dingin, penat rasanya pikiranku, Lelah rasanya jiwa dan ragaku, panas rasanya….hatiku. banyak hal yang ingin aku ceritakan, kadang memang sangat sulit untuk diungkapkan. Aku bimbang, hatiku resah nan gelisah. Mereka telah beberapa langkah lebih dahulu dariku, bahagia mendengarnya, senang melihatnya. Namun kadang bagai di pecut rotan panjang bergelombang, perih… Minggu depan aku harus ke Osaka, Jepang. Semua kemauan orangtuaku, padahal aku cinta negeriku tak peduli seberapa kacaunya kini, tak peduli seberapa ramainya perang sengketa dan sebagainya. Aku terlalu mencintainya dengan berbagai dilema dan konflik di dalamnya, namun negeriku punya banyak keunikan, punya banyak hal yang bisa dibanggakan, namun entah mengapa selalu saja terse...

Hujan

Ada hari dimana hujan tak kunjung berhenti Ada juga hari dimana hujan tak kunjung datang Tapi yang pasti ada hari dimana hujan selalu dinanti, untuk menutupi raut wajah penuh dengan kesedihan